Gala Dalam Perspektif Konflik Agraria : Kajian Hukum Adat atas Ketidakpastian Hak Pemanfaatan Tanah di Lhokseumawe
Abstract
This article examines gala as a customary legal practice in Aceh, where landowners temporarily transfer their land to another party as collateral in exchange for a sum of money. While intended as a form of mutual trust and economic security, this practice generates legal uncertainty regarding land utilization rights, particularly in the context of agrarian conflicts in Lhokseumawe. Using a combined normative and empirical approach, this study analyzes gala from both the perspective of customary law principles and the lived realities of local communities. Field observations and interviews reveal that although gala continues to be recognized in community practice, its implementation often lacks formal legal certainty, leading to overlapping claims between traditional agreements and state agrarian regulations. Findings highlight that disputes arising from gala are commonly resolved through customary mechanisms rather than litigation, yet this reinforces a dualism between state law and adat law. The study concludes that recognition and harmonization of gala within Indonesia’s agrarian legal framework are essential to prevent protracted disputes, strengthen community land rights, and safeguard social cohesion in Aceh.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
REFERENSI
Arfiansyah, A. “State Legal Pluralism: The Intersection of Adat, Jinayah, and National Penal Law in Gayo, Indonesia.” n.d. https://hdl.handle.net/1887/3463689.
Arskal Salim. Praktek Penyelesaian Formal Dan Informal Masalah Pertanahan, Kewarisan Dan Perwalian Pasca Tsunami Di Banda Aceh Dan Aceh Besar. no. June. 2006.
Baudouin Dupret. “Legal Pluralism, Plurality of Laws and Legal Practices, Theories, Critiques, and Praxiological Re-Specification.” European Journal of Legal Studies 3, no. September (2007).
Beckmann, Franz Von Benda. “Changing Legal Pluralism in Indonesia.” Yuridika VIII, no. 4 (1992): 1. https://doi.org/10.20473/ydk.v7i4.5727.
Benda-Beckmann, C.E Von. “The Broken Stairways to Concensus Village Justice and State Courts in Minangkabau.” Universiteit te Nijmegen, 1984.
Benda-Beckmann, Keebet von, and Bertram Turner. “Legal Pluralism, Social Theory, and the State.” Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law 50, no. 3 (2018): 255–74. https://doi.org/10.1080/07329113.2018.1532674.
B.Ter Haar Bzn. Beginselen enStelsel van Het Adatrecht. Jakarta: J.B.Walters Groningen, 1950.
Depri Liber Sonata. “Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris : Karakteristik Khas Dari Metode Meneliti Hukum.” Fiat Justicia 8, no. 1 (2014): 52.
Ibrahim, Azharsyah. Praktik Ekonomi Masyarakat Aceh Dalam Konteks Ekonomi Islam : kajian Terhadap Sistem Mawah dan Gala. 2012.
Ihdi Aini. “Analisis Pelaksanaan Gadai Tanah Pertanian Berdasarkan Undang-Undang No.56 PRP Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian (Studi Kasus Di Kenagarian Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Pasaman).” Yurisprudentia : Jurnal Hukum Ekonomi 6, no. 1 (June 2020): 97–111.
Iqbal, Muhammad, and . Sukirno. “Rekonstruksi Perjanjian Gala (Gadai Adat) Pada Masyarakat Adat Aceh Berbasis Syariah.” LAW REFORM 13, no. 1 (March 2017): 98. https://doi.org/10.14710/lr.v13i1.15954.
K., Maria, Zulkifli Sembiring, and M. Husni. “Agricultural Land-Pawning in Indonesian Traditional Law Perspective:” Proceedings of the International Conference of Science, Technology, Engineering, Environmental and Ramification Researches, SCITEPRESS - Science and Technology Publications, 2018, 1631–34. https://doi.org/10.5220/0010092116311634.
Kriekhoff, Ludwig P I. “Tinjauan Yuridis Mengenai Gadai Tanah dan Putusan Mahkamah Agung Atas Gadai Tanah Dalam Perspektif Hukum Jaminan Keperdataan.” n.d.
Makraja, Fahmi, Kefi Miftachul Ulum, Rangga Suganda, Rodhotun Nimah, and Maulida Khairunnisa. “Praktik Gala Umong dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Masyarakat Perspektif Ekonomi Syariah.” Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam 3 (2025).
Nulhakim, Aqdilla Diba, Yani Pujiwati, and Sari Wahjuni. “Penerapan Asas Terang dan Tunai Dalam Proses Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Waris Yang Belum Dibagi Di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah.” PALAR (Pakuan Law review) 10, no. 3 (2024): 164–76. https://doi.org/10.33751/palar.v10i3.
Rahmi, Wilda, and M Adli. “Wanprestasi Dalam Perjanjian Gala Tanah Menurut Hukum Adat di Mukim Kuta Baroh.” Jurnal Geuthee: Penelitian Multidisiplin 05, no. 03 (2022).
Rasyid, Laila M. “Penerapan Norma Adat Terang dan Tunai dalam Praktek Pe-radilan Perdata (Kajian Putusan Pengadilan nomor: 23/pdt.g/2013/pn.bj).” REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum 7, no. 2 (November 2019): 1. https://doi.org/10.29103/reusam.v7i2.2244.
Salim, Sumitro. “Penerapan Sifat Terang Dan Tunai Dalam Jual Beli Tanah Yang Belum Lunas (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor 6/PDT.G/2020).” Indonesia Notary 3, no. 4 (2021): 659-.
Sari, Ni Luh Ita, and I Putu Dwika Ariestu. CEDAW: Advokasi Kaum Feminisme Melawan Perampasan Hak-Hak Perempuan oleh Tradisi Adat Di Nusa Tenggara Timur. 5 (2024).
Slamet, Kusnu Goesniadhie. “Harmonisasi Hukum Dalam Perspektif Perundang-Undangan.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 11, no. 27 (2004): 82–96. https://doi.org/10.20885/iustum.vol11.iss27.art8.
Subekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa, 2003.
Th Sardjito and D.A Sumantri. “Gadai Menurut Hukum Adat ( Suatu Telaah Mengenai Gadai Pohon).” Jurnal Hukum Dan Pembangunan 20, No. 6 (Desember 1990).
DOI: https://doi.org/10.35308/jic.v10i1.13830
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Laila Rasyid, Fitria Mardhatillah, Shira Thani
p-ISSN: 2614-5723 I e-ISSN: 2520-6617 I DOI: 10.35308
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia
(0655) 7110535 l +6282214066169 l +6285277034555
is licensed under a Attribution 4.0 International License







