ANALISIS PENERAPAN PROTOKOL TAMBAHAN I 1977 DAN KONVENSI JENEWA DALAM PERLINDUNGAN WARTAWAN PERANG (STUDI KASUS KONFLIK RUSIA–UKRAINA)

Avifah Avifah

Abstract


Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina menimbulkan berbagai pelanggaran terhadap warga sipil, termasuk wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik di wilayah konflik. Wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan faktual kepada publik internasional, namun dalam praktiknya mereka kerap menjadi sasaran kekerasan, penahanan sewenang-wenang, pembatasan akses, serta ancaman keselamatan akibat situasi konflik dan perang informasi. Hukum Humaniter Internasional memberikan dasar perlindungan terhadap wartawan yang tidak terlibat langsung dalam permusuhan dengan menempatkan mereka sebagai warga sipil, sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa Tahun 1949 dan ditegaskan secara khusus dalam Pasal 79 Protokol Tambahan I Tahun 1977. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip hukum humaniter internasional yang mengatur perlindungan wartawan perang serta mengkaji implementasi dan kendala penerapan perlindungan tersebut dalam konflik bersenjata Rusia–Ukraina. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang dianalisis secara deskriptif-analitis, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Konvensi Jenewa Tahun 1949 belum mengatur secara spesifik perlindungan wartawan perang, rezim hukum humaniter internasional memberikan perlindungan terhadap wartawan sebagai warga sipil. Pasal 79 Protokol Tambahan I Tahun 1977 secara eksplisit menegaskan status wartawan sebagai warga sipil yang berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang tidak turut serta secara langsung dalam permusuhan. Namun, dalam praktik konflik Rusia–Ukraina, penerapan ketentuan tersebut menghadapi berbagai kendala, antara lain lingkungan konflik dengan pelanggaran hukum humaniter internasional yang luas, dinamika perang informasi, keterbatasan mekanisme penegakan hukum internasional, serta kesulitan pembuktian dan dokumentasi di medan tempur. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap wartawan perang belum berjalan secara optimal dan masih menyisakan kesenjangan antara norma hukum dan realitas konflik bersenjata modern.

Keywords


Perlindungan Wartawan Perang; Konvensi Jenewa; Konflik Rusia Ukraina.

Full Text:

PDF

References


Almohawes, M. (2025). International relations and its effect on enforcement of international law: The case studies of Ukraine and Syria. Access to Justice in Eastern Europe, 8(1), 9–40.

Andersen, R., Higdon, N., & Macek, S. (2024). Censorship, digital media, and the global crackdown on freedom of expression. Peter Lang, New York.

Bila, A. V. (2024). Modern problematic aspects of forensics in the context of martial law in Ukraine and global threats. Actual Problems of Ukrainian Law Journal, 2(9), 108–115.

Dashkovska, O. (2022). Judicial safeguards for journalists in the context of international armed engagements. State Building and Local Government, Special Issue, 197–209.

Dashkovska, O., & Vasiutin, V. (2022). Legal protection of journalists during international armed conflicts. International Scientific Journal Internauka: Juridical Sciences, 11(57).

Fleck, D., & Bothe, M. (2021). The handbook of international humanitarian law. Oxford University Press, Oxford.

Gaeta, P., Viñuales, J., & Zappalà, S. (2020). Legal restraints on violence in armed conflict. In The Oxford handbook of international law in armed conflict (pp. 366–403). Oxford University Press, Oxford.

Halme-Tuomisaari, M. (2020). International humanitarian law. Brill, Leiden–Boston.

Hassan, J., Baba, D., Ibrahim, A., & Elisha, J. (2023). Journalism and social-political conflict in contemporary society. Journal of Media Culture and Communication, (41), 37–49.

Hill-Cawthorne, L. (2020). Persons covered by international humanitarian law: Main categories. In The Oxford handbook of international law in armed conflict (pp. 99–124). Oxford University Press, Oxford.

ICRC. (2005). Customary international humanitarian law. Cambridge University Press, Cambridge.

John, M. (2024). Analysis of the extent of protection accorded to civilians, civilian populations, and civilian objects by international humanitarian law in armed conflicts. East African Journal of Law and Ethics, 7(1), 1–14.

Kabdyl, N., & Sak, K. (2024). The role of international laws and organizations aimed at protecting journalists in armed conflicts. Bulletin of the L. N. Gumilyov Eurasian National University Journalism Series, (146), 22–35.

Kavchak, O. (2024). Improving the efficiency of the legal regulation of fixing damages inflicted to military personnel in the course of combat actions. Visnik Nacional’nogo Universitetu «Lvivska Politehnika», 11(41), 98–104.

Kotišová, J. (2023). The epistemic injustice in conflict reporting: Reporters and ‘fixers’ covering Ukraine, Israel, and Palestine. Journalism, 25(6), 1290–1309.

Kotsiuba, V. (2023). Human rights violations in the context of the Russian-Ukrainian war. Modern Historical and Political Issues, (47), 124–133.

Milisavljević, B. (2024). Pravni položaj novinara u oružanim sukobima. Zbornik radova, 459–470.

Mohammed, A., Rasul, I., & Ahmed, A. (2023). The effect of new technology on the concept of “direct participation in hostilities” in international humanitarian law. Academic Journal of Nawroz University.

Pebrianti, D. (2023). Pertanggungjawaban hukum atas serangan terhadap wartawan perang dalam konflik Rusia–Ukraina menurut hukum internasional. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 2(2), 1–16.

Polii, M., Lombok, L., & Lumenta, H. (2025). Perlindungan hukum humaniter internasional terhadap wartawan dalam konflik bersenjata. Yustitia, 20(1), 84–98.

Reporters Without Borders. (2024). More than 100 journalists victims of Russian crimes during two years of covering the war in Ukraine. Diakses 20 Januari 2026 dari https://rsf.org/en/more-100-journalists-victims-russian-crimes-during-two-years-covering-war-ukraine

Shpiliarevych, V. (2023). War crimes on the territory of Ukraine in the conditions of the international armed conflict of the 21st century. Actual Problems of Improving of Current Legislation of Ukraine, (63).

Skutelnіk, O. (2024). Some aspects of international cooperation and information exchange among journalists during armed conflicts: Current challenges and prospects. Uzhhorod National University Herald Series Law, 4(85), 333–339.

Skutelnyk, O. (2024). Regulation of the international legal status of journalists during the war. Information and Law, 1(48), 203–209.

Soekanto, S. (2014). Pengantar penelitian hukum. UI Press, Jakarta.

Soemitro, R. H. (1990). Metodologi penelitian hukum. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Sujadmiko, B., Banjarani, D., Natamiharja, R., & Aini, D. (2021). Does international criminal court have jurisdiction over the destruction of cultural property by the Islamic State of Iraq and Syria?. Jurnal Magister Hukum Udayana, 10(2), 200–214.

Zhusupbekova, M., Toylybekova, E., & Shukenova, Z. (2024). The legal status of participants in armed conflicts in international humanitarian law. Bulletin of the L. N. Gumilyov Eurasian National University Law Series, 148(3), 107–117.




DOI: https://doi.org/10.35308/jjm.v3i2.14873

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Avifah Avifah, Irsadi Aristora